Cerita Karier

Mengoptimalisasikan Channel Marketing di ERHA Clinic Selama Pandemi Bersama Silvia Pratiwi

Hingga kini, pandemi berdampak pada banyak hal, termasuk aktivitas marketing. Bagaimana cara seorang marketer mengoptimalisasikan channel marketing tanpa mengadakan event atau exhibition secara offline?

Silvia Pratiwi punya jawabannya. Cerita Karier kali ini akan menceritakan pengalamannya bekerja sebagai Channel Marketing Officer di ERHA, klinik spesialis kulit dengan dermatologis terbaik. Simak ceritanya yuk, Jobhuners!

1. Halo, Silvia! Sedang sibuk apa sekarang di ERHA?

Halo! Saat ini, aku sedang sibuk dengan jobdesc sehari-hari. Beberapa bulan ini, aku dipercaya menjadi content writer dan copywriter untuk official account ERHA di aplikasi LINE messenger.

2. Buat yang belum tahu, apa sih channel marketing itu?

Channel marketing adalah serangkaian aktivitas marketing yang bertujuan untuk menyampaikan value dari produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi ke calon customer atau market yang dituju. Dalam hal ini, ERHA nggak cuma menjalankan offline marketing activities, namun juga ada digital/online campaigns.

3. Apa aktivitas Silvia sehari-hari sebagai channel marketer?

Kegiatan sebagai channel marketer cukup challenging ya, apalagi di tengah kondisi pandemi seperti ini. Sebelum COVID-19, kami sering membuat event bertema beauty exhibition dengan konsep unik. Contohnya, diskon produk dan free konsultasi dengan dokter.

Sekarang, kita harus berpikir kreatif gimana caranya untuk tetap menjalankan promosi produk dan service yang ada. Salah satunya, kita menggunakan Instagram LIVE untuk collab bersama beberapa marketplace atau brand kosmetik lokal.

4. Apa pengalaman yang paling mengesankan selama Silvia melakukan channel marketing di ERHA?

Ada banyak! Kalau kita mau mengadakan exhibition, kita harus berhadapan dengan berbagai vendor. Otomatis, kita jadi punya banyak link untuk kenalan. Waktu belajar survei lapangan untuk menentukan titik lokasi promosi juga, seperti placement umbul-umbul dan range pemasangan digital ads. Begitu pula dengan euforia yang melambung saat klinik baru akan dibuka di beberapa kota di Indonesia.

5. Apa hal yang paling sulit untuk dilakukan selama Silvia menjadi channel marketer?

So far, hal yang paling sulit adalah bagaimana kita tetap pintar membaca tren yang ada saat ini. Contohnya, waktu awal ketat-ketatnya PSBB, orang-orang banyak #DiRumahAja. Sehingga, Instagram LIVE menjadi opsi yang sangat menarik dan selalu ramai viewers.

Tapi, semakin ke sini, ketika orang-orang sudah mulai ngantor lagi, kita harus selalu punya ide fresh untuk memasarkan produk supaya orang tetap aware. Sampai saat ini pun, ERHA tetap aktif di berbagai media sosial dan placement ads, baik di billboard maupun digital. Yang paling baru, kita berkolaborasi dengan AQUA untuk produk daily skin hydration.

6. Bagaimana cara mengukur kesuksesan channel marketing dan dengan tools apa?

ERHA memiliki KPI atau Key Performance Indicator untuk mengukur kesuksesan, contohnya revenue dan new customers yang didapatkan dalam satu beauty event.

Kalau tentang tools, karena saat ini jobdesc-ku pribadi banyak ke online activities, aku sering menggunakan Google Analytics untuk analyze traffic website dan Facebook Ads juga.

7. Tips dong, buat Jobhuners yang ingin memulai kariernya sebagai channel marketer!

Tips-nya adalah: Jangan terlalu idealis memaksakan kerja yang sesuai passion, karena bisa jadi rezeki kita ada di bidang-bidang tertentu yang justru berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan. Selalu terbuka dengan any opportunities aja. Dari situ, biasanya kita justru akan menemukan hal-hal tidak terduga yang ternyata enjoyable untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *