Artikel

Kangen Keluarga yang Jauh

“Halo ma, gimana kabarnya? Sehat-sehat?”

Waktu aku dengar suara mama di telepon bilang, “Sehat nak, kamu gimana?” rasanya kayak meluk mama. Aku gantian bilang “Sehat juga,” padahal gara-gara lembur terus, badanku capek banget. Apalagi, waktu pulang hampir kehujanan terus. Jadi gampang flu.

“Lho, suaramu kok bindeng gitu? Kamu pilek? Sudah makan belum, nak?” Ah… mama tau aja. Kupikir, suaraku kedengeran biasa aja di telepon. Memang firasat seorang ibu nggak pernah salah. Jadi ingat dulu waktu kecil, pulang sekolah nyedot ingus terus. Mama langsung bikin sup ayam biar aku cepet sembuh.

“Belum ma. Aku mau makan sup ayam bikinan mama aja….” 

Mama ketawa. “Pulang dulu ke sini, nak.”

Pulang. Aku langsung bayangin rumah dan seisinya. Mama yang masak makan malam dan papa yang nonton TV. Kita cuma bertiga, tapi rasanya nggak pernah sepi. Beda sama di sini, karena aku tinggal sendiri. Yah, ini emang konsekuensi yang harus kutanggung dari keputusanku untuk kerja di luar kota dan merantau sejak enam bulan lalu. 

Tapi, ada saatnya dimana aku cuma ingin pulang ke rumah. Kayak sekarang ini. Makan sup ayam dan ngobrol-ngobrol sambil nonton TV. Nggak perlu mikirin tentang meeting besok atau klien yang harus diurus. Quality time bareng family aja. 

Aku ingin pulang, tapi cuti libur panjang masih lama. Buat sekarang, aku cuma bisa ngirim uang tiap bulan dan dengar suara mama di telepon kalau lagi nggak sibuk. Eh, ada suara papa juga, minta video call. Ah, ngeliat wajah papa mama yang semakin hari semakin menua… Semoga libur panjang cepat datang. 

Papa lagi pakai kacamata plus biar bisa liat aku lebih jelas. Mukanya bingung. “Lho, nak, kenapa itu hidungnya merah-merah? Kayak badut jadinya.”

Aku ketawa. Tapi nggak lama, karena keburu terharu waktu papa bilang, “Kerja yang giat ya, nak. Papa tau kamu pasti jadi orang sukses.”

Amin, pa. Di setiap hal yang aku lakuin, aku selalu mikirin papa mama. Kalo aku udah sukses nanti, aku bakal beliin papa mama rumah.

Aku bersyukur masih bisa telepon papa mama. Dengerin kabarnya yang sehat-sehat semua. Mengobati rindu, meski nggak bisa ketemu secara langsung. Karena aku tau…

“Sejauh apapun dari rumah, keluarga itu tetap tempat terbaik untuk pulang.”

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *