Artikel

Hindari Produktivitas yang “Toxic” dengan 6 Cara Ini!

Jobhuners, coba centang semua yang relatable buat kamu:

  • Merasa bersalah kalau nggak produktif
  • Suka terdistraksi saat mengerjakan sesuatu
  • Melakukan hal-hal sepele untuk merasa “sibuk”
  • “Kerja keras bagai kuda” hingga jatuh sakit

Apakah kamu mencentang semuanya? Wah, kalau iya, berarti ada yang salah nih, dengan caramu untuk produktif. Bisa-bisa, kamu nggak menerapkan produktivitas yang sebenarnya, tapi malah false hustle dan toxic productivity.


Yap, karena produktivitas berarti mengerahkan tenagamu sesuai apa yang dihasilkan. Berbeda dengan… 

False hustle, di mana kamu mengerjakan sesuatu yang sebenarnya nggak terlalu membantu dalam mencapai goals utamamu. Contohnya, membalas email atau mengedit slide presentasi selama berjam-jam.

Toxic productivity, atau perwujudan sebenarnya dari “kerja, kerja, tipes.” Saking terobsesinya untuk bekerja setiap saat, kamu sampai nggak peduli dengan kesehatanmu sendiri. Biasanya, hal ini disebabkan oleh work culture yang glorifying overwork.

Produktivitas yang salah seperti ini jelas harus dihindari, nih, Jobhuners!

Untuk menghindari false hustle, Jobhuners bisa… 

1. Menargetkan goals jangka panjang

Mulailah dari membuat career path, kemudian mencatat apa yang harus kamu pelajari atau kerjakan untuk mencapai goals tersebut. Contohnya, mengikuti kelas Jobhun Academy untuk menjadi UI/UX designer di startup. Jangan lupa track progress-mu setiap minggu!

2. Mengalokasikan waktu secara khusus

Kalau nggak konsisten, sama aja boong! Biar produktivitas lebih impactful, atur waktumu di jam dan hari tertentu dengan set reminder di kalender. Misalnya, kamu booking jam 7-9 malam di hari Kamis dan Jumat untuk belajar bersama mentor di Jobhun Academy.

3. Memfokuskan diri dari segala distraksi

Say no to multitasking, kalau kamu nggak mau tingkat produktivitas menurun hingga 40%*. Yap, waktunya mematikan notifikasi gawai agar kamu bisa fokus. Kalaupun kamu ingin scrolling IG, ambillah waktu 17 menit untuk break setelah bekerja selama 52 menit.

Nah, untuk menghindari toxic productivity, Jobhuners bisa… 

1. Memprioritaskan kesehatan terlebih dahulu

Ingat, kamu bukan mesin yang bisa terus-terusan bekerja. Kalau kamu sudah merasa nggak fokus dalam mengerjakan sesuatu, pusing, mata lelah, dan mual-mual, itu tandanya kamu harus tidur dan beristirahat.

2. Meluangkan beberapa hari untuk liburan

Ajaklah teman dan keluarga untuk berlibur setelah pandemi. Liburan bukan untuk buang-buang waktu, justru dapat meningkatkan kreativitasmu** dengan pikiran yang refreshed. Cukup berguna, ‘kan, kalau kamu mengalami kebuntuan waktu brainstorming?

3. Mengetahui kapan waktunya berhenti

Berhentilah dari dua hal ini: sifat yang terlalu kompetitif dan work culture yang toxic. Awalnya pasti sulit, tapi percayalah, kalau kamu sudah berdamai dengan dirimu sendiri dan resign demi kesempatan yang lebih baik, kamu akan bisa produktif dengan benar.

Nah, setelah Jobhuners menerapkan cara-cara itu, ini checklist yang bisa kamu centang:

  • Tahu kalau produktif itu nggak sama dengan sibuk
  • Lebih bisa fokus mengerjakan satu hal diselingi break
  • Berdedikasi untuk belajar agar dapat mencapai goals
  • Mampu me-manage waktu untuk kerja dan istirahat

Itu baru namanya produktif!

Oh ya, kamu juga bisa lho, berkonsultasi dengan mentor pilihanmu tentang bagaimana cara melakukan produktivitas yang terbaik untukmu di Jobhun Ask Career. Selamat memilih mentor ya, Jobhuners!

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *